Cerpenada

Cerpenada

Cerita yang dibaca,
dan cerita yang didengar.

Tulis cerpenmu, lengkapi dengan suara narasimu sendiri, dan bagikan ke pembaca yang lebih suka mendengarkan sambil rebahan.

Paling banyak dibaca

Lima cerpen dengan jumlah pembaca terbanyak minggu ini.

Baru saja terbit

Karya segar dari para penulis Cerpenada.

Cover Tragedi Roti Yakisoba Terakhir
Inspiratif 22 Mar

Tragedi Roti Yakisoba Terakhir

Kenji berdiri di ujung koridor sekolah dengan napas terengah-engah, menatap musuh bebuyutannya, Satomi, yang berdiri di depan kantin. Suasana mendadak berubah dramatis; kelopak bunga sakura terbang melewati jendela dalam gerak lambat, dan musik orkestra imajiner mulai berdentum kencang di telinga Kenji. Target mereka hanya satu: Roti Yakisoba Edisi Terbatas yang tinggal satu buah di balik etalase kaca, berkilau seolah dijatuhi cahaya suci dari surga kuliner. "Langkahmu terlalu lambat, Kenji-kun," ujar Satomi sambil menyesuaikan kacamatanya yang mendadak berkilat putih menutupi matanya. Kenji menggeram, ia segera merapal teknik andalannya, Langkah Seribu Bayangan Kelaparan, dan melesat maju hingga menciptakan efek garis-garis kecepatan di latar belakang. Namun, Satomi lebih cerdik; ia melemparkan sebuah penghapus yang memantul di dinding, menciptakan distraksi visual yang membuat Kenji terpeleset dramatis hingga berguling-guling seperti bola boling manusia. Tepat saat tangan Satomi nyaris menyentuh bungkusan roti legendaris itu, seorang siswi kelas satu bertubuh mungil berjalan santai entah dari mana. Dengan wajah tanpa dosa dan kecepatan yang melampaui logika shounen, ia mengambil roti tersebut, membayar dengan uang pas, lalu menggigitnya sambil bergumam, "Wah, keberuntungan." Kenji dan Satomi mematung di lantai, tubuh mereka berubah menjadi abu-abu dan retak-retak, seolah baru saja terkena serangan sihir penghancur harga diri. Dunia Kenji runtuh seketika saat melihat saus yakisoba itu menetes di pinggir bibir si siswi kelas satu. Ia dan Satomi yang tadinya bermusuhan kini malah saling merangkul di lantai koridor, menangis dengan aliran air mata yang deras layaknya air terjun kembar. "Setidaknya... roti itu jatuh ke tangan yang bahagia," bisik Kenji lirih sambil menatap langit-langit sekolah yang kini terasa begitu hampa, sementara perutnya berbunyi nyaring mengirimkan sinyal kekalahan telak.

R
Rina Aksara
Cover Senja di Batas Kota yang Terlupakan
Romantis 21 Mar

Senja di Batas Kota yang Terlupakan

Matahari mulai tenggelam, menyisakan warna jingga yang memantul di kaca gedung-gedung bertingkat. Di meja sudut kedai kopi ini, secangkir kopi hitam mulai kehilangan kehangatannya, sama seperti harapanku yang perlahan pudar.

R
Rina Aksara
Cover Bayangan di Lantai Tiga
Misteri 20 Mar

Bayangan di Lantai Tiga

Sekolah itu selalu sunyi setelah jam 5 sore. Namun hari ini, terdengar langkah kaki berat dari lantai tiga yang seharusnya dikunci rapat. Aku mencoba memberanikan diri naik perlahan.

R
Rina Aksara
Cover Surat Cinta untuk Bintang
Romantis 19 Mar

Surat Cinta untuk Bintang

Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu. Malam itu bintang tidak terlalu terang, namun matamu mampu mengalahkan semua gemerlap lampu kota Jakarta.

R
Rina Aksara
Cover Ekspedisi Nebula-9
Sci-Fi 18 Mar

Ekspedisi Nebula-9

Tahun 3045, bumi bukan lagi satu-satunya rumah. Kapsul penyelamat kami meluncur tanpa arah menuju gugusan bintang yang tak ada di peta navigasi. Oksigen tersisa 2 jam.

R
Rina Aksara
Cover Sepatu Kaca Sang Pemimpi
Inspiratif 17 Mar

Sepatu Kaca Sang Pemimpi

Tidak peduli seberapa keras dunia menginjaknya, ia selalu menemukan cara untuk melangkah maju. Sepatu usangnya telah menjadi saksi bisu ribuan kilometer perjuangannya.

R
Rina Aksara

Ceritamu belum ada yang dengar.

Tulis sekarang, tambahkan suaramu sendiri, dan biarkan pembaca menemukannya.

Tulis Cerpen Sekarang